Takut Harga BBM Besok Naik
Ilustrasi
KabMalangDotCom- Sejumlah warga berbondong-bondong membawa kendaraan, baik sepeda motor dan mobil untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Pertamina Sukoraharjo Kecamatan Kepanjen, Selasa (31/3/2026) sekira pukul 19.35 WIB.
Pantauan di lokasi, antrean panjang itu didominasi oleh kendaraan mobil.
Antrean diperkirakan mencapai lebih kurang 20-35 meter dari pom bensin.
Akibat antrean itu, laju kendaraan dengan sistem satu jalur menjadi tersendat.
Seorang pengemudi mobil, Ninik, mengatakan, situasi antrean panjang itu menurutnya baru pertama dirasakan olehnya selama ia telah mengisi bensin di lokasi ini lebih kurang sejak 5-7 tahun lalu.
"Ini perdana kondisi antre panjang, biasanya tidak seperti ini, udah ada ini antre 15 menitan," kata Ninik di lokasi, Selasa (31/3/2026).
Ninik menduga, antrean ini terjadi lantaran beberapa warga khawatir dengan harga BBM naik, meskipun Pemerintah sudah memastikan hal itu tidak terjadi.
Meski demikian, Ninik berharap pemerintah dapat rutin memberikan informasi kepastian lebih intens kepada masyarakat terkait kondisi harga BBM yang sebenarnya terjadi.
Sehingga warga tidak perlu cemas dan panik.
"Berharap pemerintah ada solusi terkait isu naik harga BBM, biar warga tidak panik dan khawatir," harapnya.
Pemerintah Bantah BBM Naik
Sebagai informasi, kabar kenaikan harga BBM per 1 April 2026 yang beredar di media sosial dipastikan belum benar.
PT Pertamina Patra Niaga menegaskan hingga saat ini belum ada pengumuman resmi terkait perubahan harga BBM.
Munculnya isu kenaikan BBM menunjukkan tingginya sensitivitas masyarakat terhadap harga energi, yang berdampak langsung pada biaya hidup dan aktivitas sehari-hari.
Pertamina memastikan informasi yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan dan mengimbau masyarakat untuk hanya mengacu pada saluran resmi perusahaan.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying yang dapat mengganggu distribusi BBM.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Barat PT Pertamina Patra Niaga, Susanto August Satria, memastikan informasi yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Susanto August Satria, menyampaikan masyarakat perlu lebih bijak dalam menyaring informasi, khususnya yang beredar di media sosial dan aplikasi pesan instan.
"Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggung jawabkan. Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga BBM per 1 April 2026,” ujar Susanto, Selasa (31/3/2026).
Ia menegaskan, Pertamina selalu mengumumkan kebijakan terkait harga BBM melalui saluran komunikasi resmi perusahaan.
Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.
“Dapatkan informasi valid harga BBM Pertamina hanya melalui saluran resmi, termasuk website www.pertamina.com,” ujarnya. (H2o)
>>









